- by admin
- 0
- Posted on
5 Cara Membuat Dapus Tesis di 2026 Agar Lolos Cek Plagiarisme
Menyusun daftar pustaka atau dapus sering menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa yang sedang mengerjakan tesis. Tanpa panduan yang jelas, banyak yang bingung memulai dan berakhir dengan format yang tidak konsisten. Artikel ini hadir untuk membantu Anda memahami cara membuat dapus tesis dengan langkah-langkah sederhana dan praktis.
Langkah 1: Tentukan Gaya Penulisan yang Digunakan
Setiap kampus atau institusi biasanya memiliki aturan penulisan tersendiri, seperti APA, MLA, atau Chicago. Sebelum menulis dapus, pastikan Anda sudah mengetahui gaya apa yang diwajibkan oleh program studi Anda.
Konsistensi adalah kunci utama. Jika sudah memilih gaya, terapkan aturan yang sama untuk semua sumber tanpa terkecuali.
Langkah 2: Kumpulkan Semua Informasi Penting dari Setiap Sumber
Untuk setiap referensi, catat detail seperti nama penulis, tahun terbit, judul, penerbit, dan halaman jika perlu. Data ini wajib lengkap agar dapus Anda akurat dan dapat dilacak pembaca.
Jangan lupa mencatat URL dan tanggal akses untuk sumber daring. Kesalahan kecil seperti salah eja nama penulis bisa membuat sumber sulit ditemukan.
Langkah 3: Tulis Dapus untuk Buku dengan Format yang Tepat
Contoh dapus buku gaya APA adalah: Nama Belakang, Inisial Depan. (Tahun). Judul Buku. Kota: Penerbit. Misalnya, Kurniawan, T. (2021). Ekonomi Digital. Yogyakarta: Media Nusantara.
Jika buku memiliki editor, gunakan singkatan (Ed.) setelah nama. Untuk lebih dari tiga penulis, beberapa gaya menggunakan et al. setelah nama pertama.
Langkah 4: Format Dapus Jurnal dengan Volume dan Nomor
Penulisan dapus jurnal memerlukan informasi tambahan seperti volume, nomor, dan halaman. Contoh: Sulismadi. (2017). Model Penguatan Kapasitas Pemerintah Desa. Jurnal Sosial Politik dan Humaniora, 5(2), 217.
Jika jurnal diakses secara daring, cantumkan DOI atau URL di akhir. Pastikan tidak ada tanda baca yang terlewat karena setiap titik dan koma dalam gaya APA sangat berarti.
Langkah 5: Cantumkan Dapus untuk Skripsi, Tesis, dan Disertasi
Dapus skripsi atau tesis ditulis dengan format: Nama Belakang, Inisial Depan. (Tahun). Judul (Tesis/Skripsi/Disertasi). Nama Institusi. Contoh: Nanda, G. K. (2021). Strategi Pemenangan Pilkades (Skripsi). Universitas Jenderal Soedirman.

Jika dokumen tersedia secara daring, tambahkan URL setelah tahun terbit. Pastikan Anda menyebutkan jenis karya dengan jelas agar pembaca tahu bahwa itu adalah publikasi tidak terbit.
Langkah 6: Sumber Internet, Koran, dan Multimedia
Untuk artikel web tanpa penulis, gunakan judul sebagai entri pertama. Contoh: Manfaat Menanam di Pekarangan. (2025). Dinas Pertanian Kota Bandung. Diakses 10 Mei 2025, dari URL.
Untuk video YouTube, cantumkan nama kanal, judul video dalam kurung siku [Video], tanggal publikasi, dan URL. Sumber multimedia sekarang banyak digunakan dalam tesis, jadi pastikan formatnya tidak terlewat.
Langkah 7: Urutkan Entri Berdasarkan Abjad dan Gunakan Indentasi Gantung
Susun semua entri dapus berdasarkan urutan abjad nama belakang penulis pertama. Jika tidak ada penulis, gunakan judul. Baris kedua dan seterusnya dari setiap entri harus menjorok ke dalam (indentasi gantung) agar rapi.
Jika ada beberapa karya dari penulis yang sama, urutkan berdasarkan tahun terbit dari yang terlama ke terbaru. Ini membantu pembaca melihat perkembangan penelitian Anda.
Langkah 8: Periksa Kembali Konsistensi dan Lengkapi Semua Sumber
Pastikan setiap sumber yang dikutip di dalam tubuh tesis muncul di dapus, dan sebaliknya. Jangan mencampur gaya penulisan—misalnya, jangan ada yang menggunakan huruf miring dan ada yang tidak.
Periksa kembali ejaan, tahun, dan URL. Kesalahan kecil dapat mengurangi kredibilitas tesis Anda. Manfaatkan alat bantu seperti Mendeley atau Zotero untuk otomatisasi.
Kesimpulan
Membuat dapus tesis tidak serumit yang dibayangkan jika Anda mengikuti langkah-langkah sistematis di atas. Mulailah dengan memahami gaya penulisan, kumpulkan data sumber, lalu tulis setiap jenis referensi dengan format yang benar.
Praktikkan secara konsisten dan selalu periksa ulang. Dengan dapus yang rapi, tesis Anda akan terlihat lebih profesional dan terhindar dari tuduhan plagiarisme.
